Jumat, 21 Juni 2013

KEBERHASILAN SASARAN IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA

Sebagai cara pandang dan visi nasional Indonsia, wawasan nusantara harus di jadikan arahan, pedoman, acuan, dan tuntunan bagi setiap individu bangsa Indonesia dalam membangun dan memelihara tuntutan bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia.Karena itu, implementasi atau penerapan wawasan nusantara harus tercemin pada pola fikir, pola sikap, dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia daripada kepentingan pribadi atau kelompok sendiri. Denagn kata lain, wawasan nusantara menjadi pola yang mendasari cara berfikir, bersikap, dan bertindak dalam rangka, menghadapi, menyikapi, atau menangani berbagai permasalahan menyangkut kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.Implementasi wawasan nusantara senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh sebagai berikut :
1.     Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan politik akan menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat dan dinamis.Hal tersebut nampak dalam wujud pemerintahan yang kuat aspiratif dan terpecaya yang dibangun sebagai penjelmaan kedaulatan rakyat.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan wawasan nusantara, yaitu: 
·        Pelaksanaan kehidupan politik yang diatur dalam undang-undang, seperti UU Partai Politik, UU Pemilihan Umum, dan UU Pemilihan Presiden. Pelaksanaan undang-undang tersebut harus sesuai hukum dan mementingkan persatuan bangsa.Contohnya seperti dalam pemilihan presiden, anggota DPR, dan kepala daerah harus menjalankan prinsip demokratis dan keadilan, sehingga tidak menghancurkan persatuan dan kesatuan bangsa.
·        Pelaksanaan kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Indonesia harus sesuai denga hukum yang berlaku. Seluruh bangsa Indonesia harus mempunyai dasar hukum yang sama bagi setiap warga negara, tanpa pengecualian. Di Indonesia terdapat banyak produk hukum yang dapat diterbitkan oleh provinsi dan kabupaten dalam bentuk peraturan daerah (perda) yang tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku secara nasional.
·        Mengembangkan sikap hak asasi manusia dan sikap pluralisme untuk mempersatukan berbagai suku, agama, dan bahasa yamg berbeda, sehingga menumbuhkan sikap toleransi.
·        Memperkuat komitmen politik terhadap partai politik dan lembaga pemerintahan untuk menigkatkan semangat kebangsaan dan kesatuan.
·        Meningkatkan peran Indonesia dalam kancah internasional dan memperkuat korps diplomatik sebagai upaya penjagaan wilayah Indonesia terutama pulau-pulau terluar dan pulau kosong

2.   Implementasi wawasan nusantara dalam kehidupan ekonomi akan menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata dan adil. Di samping itu, implementasi Wawasa Nusantara mencerminkan tanggung jawab pengelolaan sumber daya alam yang memperhatikan kebutuhan masyarakat antardaerah secara timbal bbalik serta kelestarian sumer daya alam itu sendiri.

3.     Implementasi Wawasan Nusantara dalam kehidupan sosial budaya akan menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui, menerima ,dan menghormati segala bentuk perbedaan atau ke bhinekaan sebagai kenyataan hidup sekaigus karunia sang pencipta. Implementasi ini juga  akan menciptakan kehidupan masyarakat dan bangsa yang rukun dan bersatu tanpa membedabedakan suku, asal usul daerah, agama atau kepercayaan, serta golongan berdasarkan status sosialnya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan sosial, yaitu :
·        Mengembangkan kehidupan bangsa yang serasi antara masyarakat yang berbeda, dari segi budaya, status sosial, maupun daerah. Contohnya dengan pemerataan pendidikan di semua daerah dan program wajib belajar harus diprioritaskan bagi daerah tertinggal.
·        Pengembangan budaya Indonesia, untuk melestarikan kekayaan Indonesia, serta dapat dijadikan kegiatan pariwisata yang memberikan sumber pendapatan nasional maupun daerah. Contohnya dengan pelestarian budaya, pengembangan museum, dan cagar budaya.
Tari pendet dari Bali merupakan budaya Indonesia yang harus dilestarikan sebagai implementasi dalam kehidupan sosial.
4.   Implementasi Wawasan Nusantara dalam kehidupan hankam akan menumbuh-kembangkan kesadaran cinta tanah air dan bangsa. Yang lebih lanjut akan membentuk sikap bela negara pada setiap warga negara Indonesia. Kesadaran dan sikap cinta tanah air dan bangsa serta bela negara ini akan menjadi modal utama yang akan menggerakan partisipai setiap warga negara Indonesia dalam menanggapi setiap bentuk ancaman, seberapapun kecilnya dan darimana pun datangnya, atau setiap gejala yang membahayakan keselamatan bangsa dan kedaulatan negara.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kehidupan pertahanan dan keamanan, yaitu :
·        Kegiatan pembangunan pertahanan dan keamanan harus memberikan kesempatan kepada setiap warga negara untuk berperan aktif, karena kegiatan tersebut merupakan kewajiban setiap warga negara, seperti memelihara lingkungan tempat tinggal, meningkatkan kemampuan disiplin, melaporkan hal-hal yang mengganggu keamanan kepada aparat dan belajar kemiliteran.
·        Membangun rasa persatuan, sehingga ancaman suatu daerah atau pulau juga menjadi ancaman bagi daerah lain. Rasa persatuan ini dapat diciptakan dengan membangun solidaritas dan hubungan erat antara warga negara yang berbeda daerah dengan kekuatan keamanan.
·        Membangun TNI yang profesional serta menyediakan sarana dan prasarana yang memadai bagi kegiatan pengamanan wilayah Indonesia, terutama pulau dan wilayah terluar Indonesia.
Membagun TNI Profesional merupakan implementasi dalam kehidupan pertahanan keamanan.

Dalam pembinaan seluruh aspek kehidupan nasional sebagai mana di jelaskan di atas, implementasi wawasan nusantara harus menjadi nilai yng menjiwai segenap peraturan perundang-undangan yang berlaku pada setiap strata di seluruh wilayah negara. Di samping itu wawasan nusantara dapat di implementasikan ke dalam segenap pranata sosial yang berlakuu di masyarakat dalam nuansa kebinekaan sehingga mendinamisasikan kehidupan sosial yang akrab, peduli, toleran, hormat dan taat hukum.Semua itu menggambarkan sikap, paham dan semangat kebangsaan atau nasionalisme yang tinggi sebagai identitas atau jati diri bangsa Indonesia.

KEDUDUKAN, FUNGSI DAN TUJUAN NUSANTARA

1. Kedudukan

a. Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional bangsa indonesia merupakan ajaran yang dinyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat agra tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai dan mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional. Dengan demikian, wawasan Nusantara menjadi landasan visional dalam menyelenggarakan  kehidupan nasional.
b. Wawasan Nusantara dalam paradigma nasional dapat dilihat dari stratifikasinya sebagai berikut :
1) Pancasila sebagai falsafah, ideologi bangsa dan dasar negara berkedudukan sebagai   landasan idiil
2) Undang- undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusi negara, berkedudukan sebagai landasan konstitusional
3)  Wawasan Nusantara sebagai visional, berkedudukan sebagai landasan visional
4) Ketahan Nasional sebagai konsepsi nasional, berkedudukan sebagai landasan konseptional
5) GBHN sebagai politik dan strategi nasional atau sebagai kebijaksanaan dasar nasional, berkedudukan sebagai landasan operasional.

2. Fungsi

Wawasan Nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

3. Tujuan

Wawasan Nusantara bertujuan mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala aspek kehidupan rakyat indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan individu, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah. Hal tersebut bukan berati menghilangkan kepentingan –kepentingan individu, kelompok, suku bangsa atau daerah. Kepentingan tersebut tetap di hormati, diakui dan di penuhi selama tidak bertentangan dengan kepentingan nasional atau kepentingan masyarakat banyak. Nasionalisme yang tinggi di segala bidang kehidupan demi tercapainya tujuan nasional tersebut  merupakan pancaran demi dari meningkatnya rasa, paham, dan semangat kebangsaan dalam jiwa bangsa indonesiasebagai hasil pemahaman dan peghayatan wawasan nusantara.

SUMBER :

http://riivanda.blogspot.com/2012/03/jelaskan-berikan-contoh-implementasi.html

ASAS DAN ARAH PANDANG WAWASAN NUSANTARA

Asas Wawasan Nusantara

Merupakan ketentuan – ketentuan atau kaidah – kaidah dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara, dan diciptakan demi tetap taat dan setianya komponen pembentuk bangsa Indonesia terhadap kesepakatan bersama.

Jika hal ini diabaikan, maka komponen pembentuk kesepakatan bersama akan melanggar kesepakatan bersama tersebut, yang berarti bahwa tercerai berainya bangsa dan negara Indonesia
Asas Wawasan Nusantara terdiri dari :
1. Kepentingan yang sama
2. Keadilan Yang berarti kesesuaian pembagian hasil dengan adil.
3. Kejujuran Yang berarti keberanian berfikir, berkata, dan bertindak sesuai dengan relita serta ketentuan yang benar biarpun realita atau kebenaran itu pahit.
4. Solidaritas Yang berarti rasa setia kawan, mau memberi dan berkorban demi orang lain tanpa meninggalkan ciri dan karakter budaya masing-masing.
5. Kerja sama Adanya koordinasi, saling pengertian yang didasarkan atas kesetaraan demi terciptanya sinergi yang lebih baik.
6. Kesetiaan terhadap ikrar atau kesepakatan bersama demi terpeliharanya persatuan dan kesatuandalam bhinekaan.Merupakan tonggak utama dalam terciptanya persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan. Jika hal ini ambruk maka rusaklah persatuan dan kesatuan kebhinekaan Indonesia.


Arah Pandang Wawasan Nusantara

Dengan latar belakang budaya, sejarah, kondisi, konstelasi geografi, dan perkembangan lingkungan strategis, arah pandang wawasan Nusantara  meliputi arah pandang je dalam dan ke luar.

1.Arah Pandang Ke Dalam
Arah Pandang ke dalam bertujuan menjamin perwujudan persatuan kesatuan segenap kehidupan nasional, baik aspek ilmiah maupun aspek sosial. Arah pandang ke dalam mengandung arti bahwa bangsa indonesia harus peka dan berusahauntuk mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktor-faktor penyebab timbulnya disintegrasi bangsa dan harus mengupayakan tetap terbina dan terpeliharanya persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan.
2.Arah Pandang Ke Luar
Arah Pandang keluar di tunjukan demi terjaminnya kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubah maupun dalam negeri serta dalam melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, serta kerja sama dan sikap saling hormat- menghormati. Arah pandang ke luar mengandung arti bahwa dalam kehidupan internasionalnya, bangsa indonesai harus berusaha mengamankan kepentingan nasionalnya dalam semua aspek kehidupan, baik politik, ekonomi, sosial budaya maupun pertahanan dan keamanan demi terciptannya tujuan nasional sesaui dengan yang tertera pada Pembukaan UUD 1945.

SUMBER :
http://vebrianz.wordpress.com/2011/12/09/makalah-wawasan-nusantara/

http://amribudiman.blogspot.com/2013/04/hakekat-wawasan-nusantara.html

PENGETAHUAN DAN HAKIKAT NUSANTARA

Pengertian Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.  Dalam pelaksanannya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional.


Hakikat Wawasan Nusantara

Hakikat Wawasan Nusantara adalah keutuhan Nusantara , dalam pengertian : cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara demi kepentingan nasional . Hal tersebut berarti bahwa etiap warga bangsa dan aparatur negara harus berfikir , bersikap , dan bertindak secara utuh menyeluruh demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia . Demikian juga produk yang dihasilkan oleh lembaga negara harus dalam lingkup dan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia , tanpa menghilangkan kepentingan lainnya , seperti kepentingan daerah , golongan , dan orang per orang .
Pada hakekatnya Wawasan Nusantara adalah : Keutuhan Bangsa dan kesatuan wilayah nasional. Dengan kata lain hahekat Wawasan Nusantara adalah “persatuan bangsa dan kesatuan wilayah”. Bangsa Indonesia dari aspek sosial budaya adalah beragam, dari segi wilayah bercorak nusantara dipandang sebagai suatu kesatuan yang utuh.
Didalam bahasa GBHN disebutkan bahwa hakekat wawasan nusantara adalah diwujudkan dengan menyatakan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi, politik, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Berarti setiap warga bangsa dan aparatur negara harus berfikir, bersikap dan bertindak secara utuh menyeluruh dalam Iingkup dan demi kepentingan bangsa termasuk produk-produk yang dihasilkan oleh lembaga Negara.

SUMBER :
http://rudybyo.blogspot.com/2011/03/hakikat-wawasan-nusantara.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Wawasan_Nusantara

SISTEM PEMERINTAHAN DAN PERKEMBANGAN PENDIDIKAN

Menurut saya Sistem merupakan suatu keseluruhan yang terdiri atas beberapa bagian yang mempunyai fungsi.  Pemerintahan itu suatu lembaga-lembaga Negara yang menjalankan segala tugas pemerintah baik sebagai lembaga eksekutif, legislatif maupun yudikatif.

Sistem pemerintahan mempunyai sistem dan tujuan untuk menjaga suatu kestabilan negara itu. Sistem pemerintahan diIndonesia sudah cukup baik. Yang tidak baik adalah pelaku sistem pemerintahan. Alasannya: liat kondisi negara saat ini.


Perkembangan pendidikan saat ini lebih baik/maju dari tahun-tahun sebelumnya terbukti dgn SKl (standar kelulusan) yang terus bertambah hal ini tentunya bisa di jadikan salah satu ukuran bahwa pendidikan di Indonesia makin bagus! Tapi belom mampu mencapai misi dan visinya,salah satunya berbunyi "menciptakan manusia yang bertakwa pada Tuhan YME,kreatif dan mandiri" hal ini terbukti masih banyak yang pengangguran,korupsi dll.

Di kota besar yang punya banyak fasilitas pendidikan dimana-mana biasanya hanya mampu dijangkau oleh orang-orang kalangan menengah ke atas, sementara untuk orang-orang yang ada di level bawahnya harus menerima jika anak-anaknya cukup mendapatkan pendidikan sampai pada tingkat maksimal Sekolah Menengah Atas. Padahal untuk syarat pekerjaan saja sekarang harus Perguruan Tinggi. Bagaimana anak-anak itu akan maju kalau mereka tidak bisa mencapai syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan membangun perekonomian dirinya sendiri atau keluarganya. Sementara di desa yang jauh fasilitas pendidikannya lebih minim lebih memprihatinkan anak-anak masih banyak yang hanya lulus SD atau SMP.


Karna memang pendidikan membutuhkan dana tinggi, dan masyarakat banyak yang belum menyadari bahwa pendidikan adalah sebuah investasi jangka panjang. Pihak pemerintah juga belum serius dalam menyelesaikan masalah ini. Ditambah sekarang ditetapkan kebijakan pemerintah yang mengratiskan sekolah sampai jenjang SMA diharapkan anak-anak bangsa menjadi anak-anak yang cerdas dalam memilih.

HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA

Kewajiban : Hal yang harus dilakukan
Hak : hal yang harus kita dapatkan

Terkadang, kita lebih mengedepankan hak dari pada kewajiban kita.
Contoh sederhana, kita lebih banyak menuntut suatu perubahan besar kesejahteraan masyarakat, akan tetapi disatu sisi kita enggan untuk membayar pajak.

Hak memperoleh pendidikan, hak untuk hidup, hak menyampaikan pendapat, hak mendapat perlindungan hukum, dll. Kewajiban kita sebagai warga negara tidak perlu jauh jauh , memajukan bangsa Indonesia merupakan salah satu kewajiban dasar yang harus kita lakukan. Karena majunya kesejahteraan kita berbanding lurus dengan kemajuan negara. Kita juga wajib menjaga keamanan, menjadi mahasiswa yang baik dan membayar pajak dll.

Setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama satu sama lain tanpa terkecuali.


Terus terang saya belum menjadi warga negara yg baik, tetapi lebih-lebih pemerintah sangat kurang dalam memenuhi kewajibannya.

DEMOKRASI

DEMOKRASI

Menurut saya demokrasi itu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Kata "demokrasi" berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat.

UUD 1945 menggambarkan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi. Dalam mekanisme kepemimpinannya Presiden bertanggung jawab kepada MPR dimana MPR adalah sebuah badan yang dipilih dari Rakyat. Sehingga seharusnya rakyat adalah pemegang kepemimpinan negara melalui mekanisme perwakilan yang dipilih dalam pemilu.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas maka secara teoritis " demokrasi" merupakan sistem pemerintahan yang paling tepat diterapkan di Indonesia.
Sejalan dengan sistem demokrasi disamping adanya kekuasaan ditangan rakyat, juga mengandung pengertian adanya Hak Azazi Manusia, kebebasan menyampaikan pendapat, kebebasan mendapat informasi dll.

Hal-hal tersebut diatas akan berjalan dengan baik apabila keseluruhan rakyatnya atau sebagian besar telah berpendidikan dengan baik. Namun kenyataan dalam praktek demokrasinya telah dilaksanakan agak "keblabasan" .

Tidak sedikit didalam praktek masih adanya usaha memaksakan kehendak, menyampaikan pendapat diluar kewajaran, demontrasi berujung pada kericuhan dan merusak asset rakyat / negara dsb.

Terjadinya tindakan-tindakan yang kebablasan sehingga menggambarkan bahwa sifat rakyat Indonesia yang dahulu bersifat sopan santun, murah senyum berubah menjadi beringas.

Apalagi kalau kita lihat kejadian sehari hari akan membenarkan adanya prilaku keberingasan antara lain sering terjadi tawuran antar pelajar, antar mahasiswa ( calon pemimpin bangsa ), antar kampung, terjadinya main hakim sendiri pencuri dipukuli massa dsb.

Contoh Demokrasi di lingkungan keluarga
1.  Mengerjakan tugas rumah sesuai dengan perannya dalam keluarga
2.  Saling menghormati dan menyayangi
3.  Menempatkan Ayah sebagai kepala keluarga
4.   Saling menghargai perbedaan pendapat masing-masing anggota keluarga.
5.  Mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi.

Contoh Demokrasi di lingkungan sekolah
1.  Pemilihan organisasi sekolah dan kelas dengan musyawarah
2.  Pembagian tugas piket yang merata
3.  Interaksi dan komunikasi yang lancar antara guru, siswa, dan orang di lingkungan sekolah
4.  Menghadiri acara yang diadakan sekolah
5.  Ikut berpartispasi dalam OSIS
6.  Hadir disekolah tepat waktu
7.  Membayar SPP atau iuran wajib skolah
8.  Saling menghargai pendapat orang lain.

Contoh Demokrasi di lingkungan masyarakat
1.  Mengikuti kegiatan kerja bakti
2.  Bersama-sama memberikan usulan demi kemajuan masyarakat.
3.  Saling tenggang rasa sesama warga
4.  Menghargai pendapat orang lain
5.  Memberi usul, kritik, dan saran untuk kesejahteraan desa
6.  Ikut berpartisipasi dalam iuran desa
7.  Memecahkan masalah dengan musyawarah